Selasa, 11 November 2014

Pembuatan keputusan



Pembuatan keputusan adalah proses memilih diantara dua alternatif atau lebih, memprediksi situasi kedepan atau menaksir frekuensi suatu kejadian berdasarkan bukti-bukti yang terbatas
Pendekatan dalam Pembuatan Keputusan, ada dua :
Pendekatan Normatif
1. Pendekatan yang menitikberatkan pada apa yang seharusnya dilakukan oleh pembuat keputusan sehingga diperoleh suatu keputusan yang rasional
Pendekatan Deskriptif
2. Pendekatan yg menekankan pada apa saja yang telah dilakukan pembuat keputusan tanpa melihat keputusan yg dihasilkan rasional atau tidak
Keputusan yang kompleks
Menurut Anderson ada tiga kemungkinan pendekatan berdasarkan nilai yang diharapkan pada situasi yang kompleks, yaitu:
Memaksimalkan nilai minimum
Memaksimalkan nilai maksimum
Memaksimalkan nilai harapan
Keputusan yang kompleks
1. Memaksinalkan nilai minimum
-Disini org akan mempertimbangkan resiko yg paling buruk jk memilih suatu alternatif
-Keputusan dibuat sepenuhnya mnrt pertimbangan resiko paling buruk
2. Memaksimalkan nilai maksimum
-Org cenderung mempertimbangkan hal-hal yang baik dan mungkin dapat terjadi jika ia memilih suatu alternatif
-Keputusan dibuat sepenuhnya menurut perspektif kemungkinan paling -baik
3. Memaksimalkan nilai harapan
-Pendekatan ini dianggap paling rasional krn memperhitungkan kemungkinan baik dan buruk yang akan terjadi terhadap alternatif-alternatif pilihan yg dibuatnya
langkah2 mngmbil kputusan'
1 identfikasi bhwa suatu kputusan prlu dibuat
2 cari 2 altrnatif/ lebih yg d anggap cocok dg tjuan yg d inginkn
3 mmlih altrntif yg baik, dg pertmbangan yg multidimensional
4 mlksnakn kputusan dan mngevaluasi hasilnya
Problem solving adalah proses berpikir yang diarahkan pada pemecahan permasalahan yang spesifik, yang didalamnya mencakup proses pembentukan dan pemilihan respon-respon yang mungkin
Masalah
Masalah atau problem merupakan kesenjangan antara situasi yang dihadapi sekarang dengan tujuan yang diinginkan
Suatu masalah mengandung tiga komponen:
1 Situasi sekarang
2 Tujuan yang diinginkan
3 Prosedur yg ditempuh untuk mengatasi kesenjangan antara keduanya
Ada beberapa tahapan penting dalam memecahkan masalah menurut Ellis & Hunt, 1989), yaitu:
1 Pemahaman masalah
2 Penemuan berbagai hipotesis mengenai cara pemecahan dan memilih salah satu diantara hipotesis-hipotesis itu
3 Menguji hipotesis yang dipilih itu dan mengevaluasi hasil-hasilnya
Cara-cara yang dapat ditempuh dalam merepresentasikan masalah adalah membuat daftar sifat, pohon bercabang, grafik dan gambar
Pelatihan Memecahkan masalah
Menggunakan pendekatan IDEAL:
I: Identifikasi masalah
D: Definisi Masalah
E: Eksplorasi berbagai kemungkinan strategi
A: Aksi atau tindakan
L: Lihat efek-efeknya
Berikut ini merupakan rangkaian stereotype problem solving dikemukakan oleh Hayes (1989), dalam penyelesaian masalah yang dihadapi sewaktu memasuki dunia nyata setelah lulus dari universitas:
 Cognition Action & Nature of the Problem
1. Identifikasi masalah 
Saya akan berefleksi pd proses pemecahan masalah ini dan menggunakan pengetahuan ini untuk menghadapi masalah yg akan datang 
2. Representasi masalah
Pengangguran: tdk ada pemasukan, harus cari kerja (tdk boleh lama lagi bergantung dr orang tua)
3. Perencanaan Penyelesaian Masalah
Menulis surat lamaran; mencari lapangan kerja; konsultasi dng teman dan guru
4. Pelaksanaan Rencana 
Membuat janji dng perusahaan yg menarik; diinterview (membuat suatu loncatan)
5. Evaluasi Rencana 
Saya akan mempertimbangkan setiap tawaran dlm hidupku dan setiap kebutuhan dan membuat keputusan (siapa yg menawarkan uang banyak, liburan panjang, pensiun cepat) 
6. Evaluasi Penyelesaian Masalah
Lulus dr universitas: merupakan akhir dari suatu fase massa hidup (waktu untuk tumbuh kembali)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar